10 Desember 2009

Maria Kristin Merasa tak Terbebani


JAKARTA, Kompas.com - Wakil Ketua Umum PB PBSI I Gusti Made Oka yakin, bulu tangkis Indonesia masih yang terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, target di SEA Games XXV Laos bisa tercapai.

"Saya yakin di SEA Games kita masih bisa bicara. Saya masih yakin dengan kekuatan mereka," ujar Oka usai memimpin upacara pelepasan tim SEA Games bulu tangkis di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (5/12).

Karenanya Oka, yang membacakan sambutan Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso, berharap para atlet tidak memandang keikutsertaan mereka sebagai rutinitas belaka. Tetapi, hendaknya diapresiasi dengan sungguh-sungguh untuk menunjukkan kemampuan dan kualitas atlet dan pelatih, katanya.

Bulu tangkis ditergetkan menyumbang lima medali emas dalam SEA Games di Laos yang berlangsung 9-18 Desember, yakni dari nomor beregu putra, ganda putra, ganda campuran, ganda putri dan beregu putri atau tunggal putra.

Posisi tidak ditargetkan meraih medali emas membuat penyumbang emas tunggal putri SEA Games Thailand 2007 Maria Kristin tidak terbebani.

"Dengan tidak ditargetkan bisa main tanpa beban," kata Maria yang di final dua tahun lalu mengalahkan Adriyanti Firdasari.

Pada SEA Games kali ini, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing itu tidak diunggulkan dalam nomor perorangan. Ia akan mengawali langkahnya di Laos dengan melawan Xing Aiying--pebulu tangkis Singapura yang mengalahkannya di final beregu putri dua tahun lalu.

Sedangkan Firdasari menjadi unggulan kedua pada nomor perorangan dan langsung maju ke babak 16 besar.

Selain Maria dan Firdasari, tim Indonesia diperkuat 16 pemain lainnya yakni: Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Tommy Sugiarto, Linda Weni Fanetri, pasangan juara Olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan, dan pasangan dua kali juara dunia Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Selain itu, ada pasangan Bona Septano/Mohammad Ahsan, Greysia Polii/Nitya
Krishinda, Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari, dan Devin Lahardi/Lita Nurlita.

Tim akan bertolak menuju Laos pada Senin (7/12) bersama rombongan besar kontingen Indonesia. Indonesia memasang target mencapai tiga besar di Laos.

Kido/Hendra Tampil di Copenhagen Masters


JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda putra juara Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan, akan tampil dalam turnamen Copenhagen Masters di ibu kota Denmark, Kopenhagen, 27-29 Desember.

"Ya berangkat," kata Markis, Rabu (9/12/09), saat dikonfirmasi mengenai keikutsertaannya dalam turnamen tahunan berhadiah 310.000 krone Denmark (sekitar Rp 579,876 juta) tersebut.

Selain pasangan peringkat tiga dunia itu, dalam turnamen invitasi yang tidak mempertandingkan ganda putri tersebut, Indonesia juga akan diwakili Simon Santoso dan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Simon akan bersaing dengan dua pemain tuan rumah, Peter Gade dan Jan O Jorgensen, serta Marc Zwiebler dari Jerman. Sedangkan Kido/Hendra adalah satu dari empat ganda putra yang ambil bagian, termasuk di dalamnya adalah pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dan Lars Paaske/Jonas Rasmussen, serta pasangan Mak Hee Chun/Tan Wee Kiong dari Malaysia.

"Lawannya berat-berat juga, terutama dua pasangan Denmark itu ditambah pasangan Malaysia yang masih muda," kata Kido soal calon pesaingnya.

Adapun Nova/Liliyana akan bersaing dengan pasangan-pasangan tangguh, di antaranya, juara Final Super Series 2009 Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) dan juara dunia Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark). Selain itu, masih ada pasangan Polandia Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk.

Saat ini, kelima pemain tersebut sedang berada di Laos untuk membela tim Merah Putih di ajang SEA Games, yang berlangsung hingga 19 Desember.

Berikut ini nama-nama peserta Copenhagen Masters 2009:

Tunggal putra:
Peter Gade, Denmark
Jan Jorgensen, Denmark
Chong Wei Feng, Malaysia
Simon Santoso, Indonesia
Marc Zwiebler, Jerman

Tunggal putri:
Tine Rasmussen, Denmark
Lydia Cheah, Malaysia
Yao Jie, Belanda

Ganda putra:
Mathias Boe/Carsten Mogensen, Denmark
Lars Paaske/Jonas Rasmussen, Denmark
Mak Hee Chun/Tan Wee Kiong, Malaysia
Markis Kido/Hendra Setiawan, Indonesia

Ganda campuran:
Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, Denmark
Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, Denmark
Nova Widianto/Lilyana Natsir, Indonesia
Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk, Polandia

Khawatir Cedera Lagi, Chong Wei Bakal Absen


VIENTIANE, KOMPAS.com — Pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei diminta oleh pelatihnya untuk istirahat dan tidak tampil pada SEA Games XXV di Laos yang dibuka Rabu (9/12/09) ini. Dikhawatirkan, Chong Wei bakal cedera.

"Saya minta dia untuk istirahat sesuai saran dokter di Kuala Lumpur karena cedera pada pahanya," kata Misbun Sidek, pelatih nomor tunggal Malaysia, seperti dikutip New Straits Times, Rabu.

Absennya Lee merupakan pukulan bagi tim bulu tangkis Malaysia di SEA Games. Sebelumnya mereka telah memborong tiga gelar pada turnamen tutup tahun World Super Series Masters Finals, di mana Lee menjadi juara tunggal putra.

"Ia perlu perawatan dan istirahat," kata Sidek.

"Chong Wei sudah merasa terganggu sejak turnamen Hongkong Terbuka (bulan lalu) dan akan berisiko jika ia terus tampil setelah Super Series Masters Final baru-baru ini," tambahnya.

Misbun mengatakan, Lee perlu sedikitnya tiga pekan untuk pemulihan.

"Cederanya tidak serius, tapi ia perlu istirahat agar cedera itu tidak memburuk. Saya berharap masyarakat dapat memakluminya" kata Sidek.

Pelatih Kepala Malaysia Rashid Sidek mengatakan, timnya masih berpeluang setidaknya meraih dua medali emas di SEA Games Laos meski tanpa diperkuat Lee.

Borong Tiga Gelar, Malaysia Mengancam di SEA Games


JOHOR BAHRU, Kompas.com - Tuan rumah Malaysia memborong tiga gelar juara dalam ajang Super Series Masters di Johor Bahru yang berakhir Minggu (6/12). Sementara Korea Selatan dan Denmark berbagi satu gelar.

Gelar Malaysia direbut oleh tunggal putera Lee Chong Wei yang mengalahkan pemain Korea Selatan Park Sung Hwan 21-17 21-17. Sebelumnya, tunggal puteri Wong Mew Choo menjadi juara dengan mengalahkan finalis kejutan asal jerman, Juliane Schenk 21-15 21-7. Sementara gelar ketiga direbut ganda puteri Wong Pei Tty/Chin Eei Hui setelah menang atas ganda Denmark Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen dari Denmark 21-17 21-14.

"Sangat menyenangkan dapat kembali menjadi juara," kata Lee Chong Wei. pemain utama dunia ini telah memenangi enam gelar juara turnamen Super Series dan dua turnamen GP Gold.

Lee akan memperkuat Malaysia dalam ajang pesta olahraga SEA Games di Laos, 8 Desember mendatang. Ia ditargetkan untuk meraih medali emas baik di nomor tunggal putera mau pun beregu putera. Malaysia berpeluang menambah medali emas di sektor puteri.

Di nomor ganda campuran, pasngan India Diju Valiyaveetil/ Jwala Gutta gagal mewujudkan keajaiban turnamen setelah dikalahkan ganda Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Diju V/Jwala Gutta dikalhkan ganda unggulan pertama tersebut 14-21 18-21 dalam 37 menit.

Hasil Super Series Masters:
Lee Chong Wei (MASx1)-Park Sung-Hwan (KOR) 21-17, 21-17
Jung Jae-Sung/Lee Yong-Dae (KOR)-Carsten Mogensen/Mathias Boe (DENx2) 21-15, 21-15
Wong Mew Choo (MAS)-Juliane Schenk (GER) 21-15, 21-7
Wong Pei Tty/Chin Eei Hui (MASx1)-Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen (DEN) 21-17, 21-14
Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (DENx1)-V. Diju/Jwala Gutta (IND) 21-14, 21-18

05 Desember 2009

Jadwal semifinal

Tunggal putra
Bao Chunlai (China) vs Park Sung Hwan (Korsel)
(1) Lee Chong Wei (Malaysia) vs (2) Peter Hoeg Gade (Denmark)

Tunggal putri
Wong Mew Choo (Malaysia) vs Yai Jie (Belanda)
(1) Saina Nehwal (India) vs Juliane Schenk (Jerman)

Ganda putra
Xu Chen/Guo Zhendong (China) vs (2) Carsten Mogensen/Mathias Boe (Denmark)
Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan/Abdul Latif Mohd Zakry (Malaysia) vs Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Korsel)

Ganda putri
Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen (Denmark) vs (2) Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin (Taiwan)
(1) Chin Eei Hui/Wong Pei Tty (Malaysia) vs Duang Anong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand)

Ganda campuran
Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk (Polandia) vs V Diju/Gutta Jwala (India)
(1) Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) vs Anthony Clark/Donna Kellogg (Inggris)

04 Desember 2009

Chong Wei Bertemu Peter Gade di Semifinal


JAKARTA, Kompas.com - Pesona Super Series Masters Finals agak menurun karena sejumlah pemain top dari Indonesia dan China absen. Meskipun demikian, ini bukan berarti turnamen berhadiah total 500.000 dollas AS tersebut yang diselenggarakan di Johor Bahru, Malaysia, tidak bisa menyajikan pertarungan seru.

Tengok saja apa yang akan terjadi pada babak semifinal, Sabtu (5/12) ini. Di sektor tunggal bakal tersaji partai menegangkan dan enak untuk disimak, karena terjadi pertarungan antara dua pemain terbaik dunia, yaitu Lee Chong Wei dan Peter Hoeg Gade.

Unggulan utama asal Malaysia itu terpaksa bertemu Peter Gade yang merupakan unggulan kedua, karena mereka berbeda nasib di babak penyisihan. Chong Wei yang berada di Grup A menyapu bersih tiga pertandingan yang dilakoni, sedangkan Peter Gade yang berada di Grup B kalah dari pemain Korsel, Park Sung Hwan, pada pertandingan kedua. Karena di semifinal terjadi partarungan silang, maka Chong Wei yang menjadi juara Grup A, bertemu Peter Gade yang merupakan runner-up Grup B.

Partai semifinal tunggal putra lainnya pun tidak kalah menarik. Bao Chunlai yang di laga terakhir menyerah, Jumat (4/12), menyerah 13-21, 11-21 dari Chong Wei, menjajal kehebatan Park Sung Hwan.

Memang, prestasi Bao Chunlai masih kalah gemerlap dari dua kompatriotnya yang absen di laga ini, yaitu Lin Dan dan Chen Jin. Tetapi, pemain kidal ini memiliki kualitas yang bagus, karena dia telah melewati pertarungan yang berat. Juara Jepang Terbuka Super Series ini sudah memperlihatkan kemampuannya dengan dua kali menaklukkan mantan pemain nomor satu Indonesia di Pelatnas Cipayung, Taufik Hidayat. Selain di final Jepang Terbuka, Bao Chunlai juga mengalahkan Taufik di babak penyisihan Grup A.

Park Sung Hwan pun demikian. Tunggal putra nomor satu Korsel ini terkenal ulet dan memiliki akurasi pukulan yang menyulitkan, sehingga dia pasti sulit ditaklukkan Bao Chunlai. Dengan demikian, bisa dipastikan dua semifinal tunggal putra turnamen ini akan menyajikan pertarungan yang sengit, meskipun sudah harus terjadi final dini menyusul pertemuan Chong Wei dan Peter Gade.

Lengkap Sudah Kegagalan Taufik



JAKARTA, Kompas.com - Taufik Hidayat menelan kekalahan ketiga dalam tiga pertandingan di grup A Super Series Masters Finals di Johor Bahru, Jumat (4/12).

Dalam pertandingan terakhir ini, Taufik dikalahkan pemain Taiwan, Hsih Yu hsin. Taufik menyerah dalam dua game 17-21 15-21 dalam waktu 31 menit. Bagi kedua pemaia ini, hasil ini sudah tidak menentukan karena keduanya sudah pasti gagal ke semifinal setelah mengalamai dua kali kekalahan.

Dalam pertandingan kedua, Kamis malam, Taufik dikandaskan lawan berat sekaligus teman dekatnya asal Malaysia, Lee Chong Wei. Taufik yang sempat mengalami cedera pekan lalu, menyerah dalam dua game 6-21 13-21 dan gagal ke semifinal turnamen berhadiah 500 ribu dolar AS ini.

Sementara di pertandingan pertama, Rabu (2/12), Taufik juga kalah dalam dua game 18-21, 24-26 dari pemain China, Bao Chunlai. Dengan tiga kali kekalahan ini, lengkap sudah penderitaan Taufik dan ia harus terpuruk di urutan terbawah grup A.

Pupuslah Harapan Hendra AG/Vita ke Semifinal


JAKARTA, KOMPAS.com — Pupuslah harapan Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa untuk maju ke semifinal turnamen bulu tangkis Super Series Masters Finals. Dalam laga krusial di Johor Bahru, Jumat (4/12), mantan pasangan Pelatnas Cipayung itu kalah 15-21, 21-16, dan 15-21 dari ganda campuran Inggris, Anthony Clark/Donna Kellogg.

Hasil tersebut membuat Hendra AG/Vita gagal ke babak empat besar turnamen berhadiah 500.000 dollar AS ini karena, dari tiga kali pertandingan di Grup B, mereka kalah dua kali. Pada laga pembuka, Rabu (2/12), Hendra AG/Vita menang 21-14, 21-13 terhadap pasangan Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, dan setelah itu menyerah 18-21, 16-21 dari pasangan India, V Diju/Gutta Jwala.

Padahal, hanya Hendra AG/Vita satu-satunya wakil Indonesia yang memiliki peluang ke semifinal. Ketiga wakil lainnya, tunggal putra Taufik Hidayat, serta dua ganda putra Alvent Yulianto Chandra/Hendra AG dan Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, sudah lebih dulu tersingkir karena langsung kalah di dua pertandingan pertama. Dengan demikian, tak ada wakil Indonesia yang lolos.

Baik Clark/Kellogg maupun Hendra AG/Vita memang mengejar kemenangan di pertandingan ini untuk menyegel tiket ke semifinal sehingga pertarungan berlangsung sengit sejak set awal. Akan tetapi, Clark/Kellogg tampil lebih agresif dan memiliki akurasi jauh lebih baik dari Hendra AG/Vita sehingga lebih mendominasi set pertama. Selepas skor imbang 4-4, pasangan Inggris tersebut tak terkejar lagi hingga menang 21-15.

Di set kedua, Hendra AG/Vita berusaha bangkit untuk menyamakan skor. Usaha pasangan Indonesia ini membuahkan hasil karena, meskipun berlangsung ketat, mereka terus memimpin perolehan angka sampai menang 21-16 dan memaksa rubber set.

Pada set penentuan, performa Hendra AG/Vita malah jauh menurun. Ini membuat Clark/Kellogg sangat mendominasi karena langsung unggul 6-0, serta tak terkejar lagi sampai menang 21-15 dan memastikan diri sebagai juara Grup B. Mereka didampingi oleh pasangan India, Diju/Gutta, yang menang 21-12, 21-8 atas Songphon/Kunchala.

Bagi Hendra AG/Vita, kekalahan ini membuat mereka harus puas menempati peringkat tiga Grup A.

Alvent/Hendra Terhindar dari Juru Kunci

JAKATA, Kompas.com - Ganda putera Alvent Yulianto/Hendra AG terhindar dari posisi juru kunci Grup B Super Series Masters Finals setelah menang atas lawan mereka, Jumat (4/12).

Alvent/hendra yang sudah tidak lagi bergabung dengan pelatnas Cipayung mengalahkan ganda putera Inggris, Anthony Clark/Nathan Roberston 21-16 21-18. Dalam pertandingan yang berlangsung di Johor Bahru ini, Alvent/Hendra menang dalam 24 menit.

Ini merupakan satu-satunya kemenangan Alvent/Hendra dalam tiga pertandingan Grup B. Di pertandingan pertama mereka kalah dari pasangan Denmark Carsten Mogensen/Mathias Boe 16-21 18-21 dalam 40 menit. Sementara di partai kedua, Kamis (3/12), Alvent/Hendra tidak berdaya menghadapi ganda Korea Selatan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dan kalah 19-21 19-21 dalam 34 menit.

Dengan hasil ini, ganda Inggris, Anthony Clark/nathan Roberston berada di urutan terbawah Grup B. Baik pasangan Indonesia dan Inggris ini sudah gagal ke semifinal karena mengalami dua kali kekalahan.

Rian/Yonathan Juru Kunci

JAKARTA, Kompas.com - Ganda putera Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama akhirnya terpuruk di urutan terbawah Grup A setelah kalah lagi menghadapi Moh Tazari Moh Fairuzizuan/Moh Zakry Abdul latif.

Rian/Yonathan tidak berdaya menghadapi ganda Malaysia tersebut dan menyerah 13-21 13-21 dalam 24 menit dalam pertandingan yang berlangsung di Johor Bahru, Malaysia ini.

Ini merupakan kekalahan ketiga buat ganda Pelatnas Cipayung ini. Sebelumnya mereka kalah saat menghadapai ganda China Guo Zhendong/Xu Chen 24-26 20-22 di pertandfngan Rabu. Sementara dalam pertandingan kedua, mereka dikalahkan pasangan Malaysia lainnya, Tan Boon Heong/Koo Kien Keat 15-21 14-21.

Wakil grup A masih akan ditentukan hasil pertandingan antara Tan Boon Heong/Koo Kien Keat dan ganda China, Xu Chen/Guo Zhendong.


30 November 2009

Wang Yihan Juga Absen di Super Series Masters Finals


KUALA LUMPUR, Kompas.com - Pebulu tangkis putri nomor satu dunia, Wang Yihan, akan absen di Super Series Masters Finals bulan depan di Malaysia. Menurut laporan media, dia akan mewakili negaranya di East Asian Games.

Wang adalah pemain terkemuka yang lolos ke event akhir musim yang bergengsi itu setelah menjadi juara di lima super series tahun ini. Tetapi dia akan ambil bagian di East Asian Games di Hongkong yang waktunya bersamaan dengan event akhir musim itu, kata online The Star (www.thestar.com).

Wang akan digantikan oleh rekan senegaranya dan juara dunia Lu Lan, kata suratkabar itu, setelah pebulu tangkis nomor dua dunia dari China, Wang Lin, juga mundur dari event Masters tersebut.

Selain itu, juara bertahan asal Hongkong, Zhou Mi, juga tidak ambil bagian. Masih dari sumber yang sama, Zhou Mi yang tahun lalu menjadi juara setelah mengalahkan rekan senegaranya, Wang Chen, juga tampil di East Asian Games, demikian pula dengan Wang Chen.

Dengan demikian, Super Series Masters Finals kali ini minim pemain bintang. Pasalnya, para pemain top Indonesia juga dipastikan absen karena harus mempersiapkan diri menghadapi SEA Games Laos yang dimulai 9 Desember.

Tahun lalu, China menarik semua pemainnya dari event tersebut. Mereka memberikan alasan, jadwal yang padat akan berisiko bagi pemainnya karena rentan cedera.

26 November 2009

Taufik dan Dua Ganda Putra ke Final Super Series

JAKARTA, Kompas.com - Indonesia mengirim tiga wakil dalam turnamen akhir musim, Super Series Masters Finals 2009, yang akan digelar di Johor Baru Malaysia, 2-6 Desember.

Dalam daftar nama peserta yang dikeluarkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Rabu (25/11), pemain Indonesia yang akan ambil bagian adalah Taufik Hidayat dan pasangan Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan serta Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama Dasuki.

Super Series Masters Finals atau kerap disingkat Final Super Series adalah turnamen akhir tahun yang menjadi puncak dari 12 rangkaian turnamen Super Series sepanjang tahun. Event ini hanya diikuti delapan pemain/pasangan pada setiap nomornya, dan setiap negara hanya boleh mengirim maksimal dua wakil pada setiap nomor.

Selain Indonesia, China juga hanya mengirimkan tiga wakil dalam kejuaraan tersebut yakni dua tunggal, Bao Chunlai dan Lu Lan serta ganda putra Gua Zhendong/Xu Chen. "Negeri Tirai bambu" itu beralasan, pemain-pemain topnya termasuk juara dunia dan Olimpiade Lin Dan akan mengikuti East Asian Games di Hongkong.

Hendra AG mengatakan, ia dan pasangannya Alvent Yulianto yang menempati peringkat delapan Super Series memastikan akan ambil bagian dalam turnamen berhadiah total 500.000 dollar AS itu.

"Iya berangkat," kata Hendra yang tidak ingin memasang target muluk-muluk karena semua pemain top hadir. "Kami hanya akan berusaha untuk memenangi pertandingan partai demi partai," katanya.

Absennya pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan yang menempati urutan kedua dalam ranking Super Series, membuka kesempatan bagi Rian/Yonatan (ranking 10) setelah Bona Septano/Mohammad Ahsan (9) juga absen karena akan memperkuat tim SEA Games Indonesia.

Tidak hadirnya sejumlah pemain tunggal yakni Simon Santoso (3), Lin Dan (4), Chen Jin (5) dan Sony Dwi Kuncoro (7) juga memberi peluang bagi Taufik Hidayat (9), Jan O Jorgensen (10), Boonsak Ponsana (11) dan Hsieh Yu Hsin (13) untuk berkompetisi dalam turnamen tersebut.

- Daftar nama peserta Final Super Series:

Tunggal putra: Lee Chong Wei (Malaysia), Peter Gade (Denmark), Park Sung Hwan (Korea), Bao Chunlai (China), Taufik Hidayat (Indonesia), Jan Jorgensen (Denmark), Boonsak Ponsana (Thailand), Hsieh Yu Hsin (Taiwan).

Ganda putra: Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia), Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark), Lee Yong Dae/Jung Jae Sung (Korea), Anthony Clark/Nathan Robertson (Inggis), Guo Zhendong/Xu Chen (China), Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan (Indonesia), Rian Sukmawan/Yonathan Dasuki (Indonesia), Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Tazari (Malaysia).

Tunggal putri: Pi Hongyan (Perancis), Saina Nehwal (India), Lu Lan (China), Salakjit Ponsana (Thailand), Yao Jie (Belanda), Nicole Grether (Jerman), Juliane Schenk (Jerman), Kim Moon Hi (Korea).

Ganda putri: Wong Pei Tty/Chin Eei Hui (Malaysia), Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea), Lee Hyo Jung/Lee Kyung Won (Korea), Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin (Taiwan), Gabrielle White/Jenny Wallwork (Inggris), Duang Anong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand), Lena Frier Kristiansen/Christina Pedersen (Denmark), Nicole Grether/Charmaine Reid (Jerman/Kanada).

Ganda campuran: Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korea), Joachim Fisher Nielsen/Christina Pedersen (Denmark), Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand), Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun (Korea), V Diju/Jwala Gutta (India), Anthony Clark/Donna Kellogg (Inggris), Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand), Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczk (Polandia).

Final Super Series Tanpa Pemain Utama China dan Indonesia

JAKARTA, Kompas.com - Turnamen tutup tahun "Super Series Masters Finals" di Malaysia, 2-6 Desember tidak akan diikuti para pemain utama Indonesia dan China.

Setelah Indonesia lebih mementingkan SEA Games Laos dan menarik semua pemain nasionalnya yang lolos ke turnamen akhir musim tersebut, China menyusul dengan tidak mengirim pemain topnya.

Menurut situs resmi Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) yang akan menjadi penyelenggara turnamen berhadiah 500.000 dolar AS itu, Rabu, disebutkan China memilih tidak mengirim pemain top termasuk juara dunia Lin Dan. Pada penyelenggaraan pertama tahun lalu di Kota Kinabalu, Malaysia, China menarik semua pebulu tangkisnya.

Selain Lin Dan, China juga menarik tunggal putra nomor duanya Chen Jin dan hanya menyisakan Bao Chunlai sebagai satu-satunya wakil tunggal putra yang menempati urutan delapan dalam peringkat Super Series setelah ke-12 rangkaian turnamen tersebut selesai dengan turnamen terakhir China Terbuka di Shanghai pekan lalu.

Manajer event Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) M. Venugopal, memastikan bahwa Lin Dan dan Chen Jin tidak akan tampil dalam Final Super Series. "China hanya akan diwakili oleh pemain top pada tunggal putri Wang Yihan (sekarang peringkat satu dunia). Kami harus memilah banyak hal sebelum dapat menyelesaikan daftar peserta untuk Final," katanya seperti dikutip situs BAM.

Asosiasi Bulu Tangkis China (CBA) juga telah memutuskan untuk memasukkan ganda putra nomor duanya Guo Zhendong/Chen Xu sementara peringkat satu dunia ganda putri Du Jing/Yu Yang absen dalam turnamen tersebut.

Keputusan CBA untuk tidak mengirim pemain-pemain topnya mungkin negara tersebut akan mengikutsertakan pemain utamanya dalam East Asian Games di Hong Kong pada 5-13 Desember. Bulu tangkis dalam pesta olahraga multi cabang empat tahunan itu akan dipertandingkan 10-13 Desember. Tunggal putri terbaik Hong Kong Zhou Mi dan Wang Chen juga tidak akan datang ke Johor.

Keputusan China tidak menurunkan pemain utamanya merupakan pukulan bagi penyelenggara, terutama setelah PBSI juga memutuskan tidak mengirim pemain termasuk pasangan juara Olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan, pemain tunggal Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso serta ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir.



Pemain Pelatnas Dilarang Tampil di Final Super Series

JAKARTA, Kompas.com - Tidak satu pun pemain Pelatnas yang lolos ke final Super Series akan ambil bagian dalam turnamen tutup tahun yang hanya diikuti delapan pemain/pasangan teratas dalam ranking Super Series.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh di Jakarta, Sabtu, menegaskan bahwa para pemain itu dipastikan tidak berkompetisi dalam turnamen berhadiah total 500.000 dolar AS itu atas permintaan Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo. "Ibu Rita melalui suratnya sudah meminta supaya atlet SEA Games tidak mengikuti kompetisi apapun hingga SEA Games," kata Lius yang menerima surat itu menjelang para pebulutangkis utama mengikuti Hong Kong Super Series (10-15 November).

Anggota tim SEA Games yang saat ini masuk delapan besar peringkat Super Series adalah Simon Santoso, Adriyanti Firadasari, pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari, Nova Widianto/Liliyana Natsir dan Devin Lahardi/Lita Nurlita. Demi fokus ke SEA Games Laos yang berlangsung 9-18 Desember, Kejuaraan Nasional yang semula akan diadakan awal bulan depan juga diundur pelaksanaannya ke Januari.

Ditanya kemungkinan tidak mencapai target medali menyusul hasil yang kurang memuaskan pada dua turnamen Super Series terakhir di Hong Kong dan China di mana tim Indonesia tidak meraih gelar, Lius tetap optimistis. "Saya yakin target lima medali emas masih bisa tercapai," kata Lius yang mengharapkan raihan medali dari pasangan Kido/Hendra, Nova/Liliyana, Greysia Polii/Nitya Krishinda, beregu putra dan satu lagi dari beregu putri atau tunggal putra.


15 September 2009

Kans Dominan Pebulu Tangkis Tiongkok

JAKARTA - Tiongkok Masters Super Series 2009 sepi peminat. Tak banyak pebulu tangkis yang ambil bagian dalam kejuaraan yang digeber di Changzhou Olympic Sports Center tersebut. Padahal, penyelenggara sudah menaikkan hadiah total dari USD 200 ribu menjadi USD 250 ribu.

Selain Indonesia yang absen dalam ajang tersebut, rupanya banyak pebulu tangkis dari Eropa juga tak ambil bagian. Di sektor tunggal pria, hanya ada beberapa saja nama pemain Eropa. Misalnya pemain dari Denmark Peter Gade yang berada di urutan ketiga dan Joachim Persson yang nangkring sebagai unggulan kelima. Gade akan ditantang Alistair Casey dari Skotlandia pada putaran pertama Rabu nanti. Joachim menunggu pemain kualifikasi yang bakal berlaga hari ini.

Di sektor ini, pemain asal Malaysia Lee Chong Wei menjadi unggulan pertama. Dia ditantang Lu Qicheng (Tiongkok) pada putaran pertama. Jika bisa menembus final, Chong Wei berpeluang berhadapan dengan wakil tuan rumah Chen Jin.

Nomor ini juga tak diikuti juara bertahan Sony Dwi Kuncoro. Tahun lalu pemain asal Surabaya itu menang atas wakil tuan rumah Chen Jin di final.

Di nomor tunggal wanita, persaingan akan diramaikan Tine Rassmusen dari Denmark dan Pi Hongyan dari Prancis. Tine yang menjadi unggulan ketiga masih harus menanti lawan yang merangkak dari kualifikasi hari ini. Sedangkan Pi akan ditantang pemain dari Hongkong Yip Puiyin.

Berbeda dari sektor tunggal pria, tunggal wanita masih diikuti juara bertahan Zhou Mi dari Hongkong. Zhou Mi yang meraih gelar jawara di Singapura Super Series 2009 itu akan ditantang pemain dari Korsel Jang Soo Young. Jika bisa menembus final, Zhou Mi berpeluang bertemu unggulan kedua dari Tiongkok Wang Lin.

Dominasi Tiongkok sangat kentara di tiga nomor ganda. Pada sektor ganda pria sama sekali tak ada pemain Eropa yang ambil bagian. Malah, hanya ada wakil dari empat negara yang berkompetisi, yakni Korsel, Tiongkok, Taiwan, dan Malaysia. Nomor ini juga tak diikuti juara bertahan, Markis Kido/Hendra Setiawan.

Unggulan pertama ditempati duo Korsel Lee Yong Dae/Jung Jae Sung. Kemungkinan besar keduanya akan bertemu dengan wakil tuan rumah yang menjadi unggulan kedua Fu Haifeng/Cai Yun.

Dominasi Tiongkok di kandang sendiri juga terjadi pada nomor ganda wanita dan ganda campuran. Tiongkok akan lebih mudah untuk mempertahankan gelar pada dua nomor tersebut karena tidak memiliki pesaing berarti. Hanya di sektor ganda campuran, unggulan pertama tak ditempati wakil tuan rumah, tapi ganda Korsel Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung.

10 Agustus 2009

Isu Teror, Inggris Pilih Mundur

ISU terorisme yang merebak di India dan mengancam menjadikan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009 di Hyderabad memakan korban. Inggris menyatakan mundur kemarin (9/8) karena khawatir akan keselamatan mereka. Padahal, pebulu tangkis Inggris sudah tiba dua hari sebelumnya. Sayang, Inggris tidak memberikan keterangan pers mengenai hal tersebut.

Namun, salah satu kekuatan di Benua Eropa itu telah menyampaikan alasan mereka menarik diri di situs Federasi Bulu Tangkis Inggris (BE). "Keputusan ini (mundur, Red) sangat berat. Sebab, kejuaraan ini adalah even bulu tangkis terbesar setelah Olimpiade. Tapi, kami tidak ingin mengambil risiko yang mengancam keselamatan pemain kami," jelas Chief Executive BE Adrian Christy.

Karena mundur, Inggris harus rela menerima denda sebesar USD 255 per pemain sesuai dengan aturan BWF. Setelah Inggris membuat keputusan tersebut, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Asosiasi Bulu Tangkis India (BAI), dan otoritas keamanan lokal langsung mengadakan konferensi pers. Acara itu dilangsungkan di Gochibowli Indoor Stadium, Hyderabad, venueeven Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009.

Thomas Lund, chief operating officer, mengatakan menyesal mendengar kabar tersebut. "Pada pertemuan manajer tadi, Inggris menyatakan mundur. Sangat disayangkan, tapi kami harus menghormati keputusan mereka," ujarnya. Lund mengatakan, BWF dan otoritas keamanan lokal telah menjelaskan situasi sebenarnya. "Itu hanya dugaan. Tapi, Inggris tetap kukuh pada keputusannya," terangnya.

Ketua BAI V.K. Verma menyatakan, selain Inggris, tidak ada tim lain yang mundur atau mengindikasikan bakal mundur. "Memang banyak yang bertanya soal keamanan kepada kami. Tapi, setelah kami beri penjelasan, mereka bisa mengerti," ucapnya.

Setelah Inggris mundur, masih ada 43 negara yang mengikuti even itu. Semua partai yang diikuti pemain Inggris dinyatakan batal dan lawan mendapat kemenangan walkout (WO).

Dua Julukan Sekaligus

SUDAH satu tahun Olimpiade 2008 Beijing terlewati. Tapi, momen pesta olahraga terbesar di dunia itu tak akan mudah dilupakan oleh Maria Kristin Yulianti. Maklum, di ajang tersebut namanya tercatat sebagai peraih medali perunggu.

Torehan itu cukup mengagumkan. Sudah lebih dari 12 tahun atau tiga kali pelaksanaan Olimpiade, kontingen Indonesia tak menuai medali dari bulu tangkis setor tunggal wanita. Terakhir, pada Olimpiade 1996 Atlanta Mia Audina menyumbangkan medali perak dan Susi Susanti menuai perunggu.

Prestasi Maria di Beijing sungguh mengejutkan. Sebab, pemain kelahiran Tuban, Jawa Timur, itu sesungguhnya tak diunggulkan sama sekali. Dia hanya dipatok bisa melaju ke perempat final. Maklum, jalan menuju peringkat ketiga tak mudah. Langkah Maria terhenti di semifinal setelah dihadang unggulan keenam asal Denmark Tine Rasmussen yang datang ke Olimpiade dengan modal juara All England 2008.

Pada perebutan tempat ketiga, Maria menundukkan Lu Lan, wakil tuan rumah Tiongkok. Maria dibanjiri pujian, tak terkecuali dari para peliput even akbar tersebut. Dia mendapatkan dua julukan sekaligus,
giant killer (pembunuh raksasa) dan cold blood killer (pembunuh berdarah dingin).

Maria mengatakan tak tahu-menahu soal itu. "
Masak sih. Saya malah tidak tahu. Memang apa hubungan julukan itu dengan penampilan saya?" ujar dia.

Menurut Hendrawan, pelatih Maria di Olimpiade Beijing, julukan tersebut tak lepas dari sukses pemain asuhannya itu mengalahkan para unggulan. "Dia (Maria, Red) selalu harus melewati tiga
game untuk menang. Mungkin itu yang membuat dia dijuluki giant killer," ujar Hendrawan.

Nah, sedangkan julukan cold blood killer, menurut Hendrawan, berhubungan dengan ekspresi Maria saat bertanding. Saat beraksi di lapangan, dia cenderung lemah gemulai. Hal tersebut sering membuat waswas pelatih, rekan, maupun penonton. "Ekspresi kemenangannya juga kurang. Dia tampak biasa-biasa saja," tegasnya.

Hadang Tiongkok


HYDERABAD - Tiongkok tetap menjadi kekuatan menakutkan dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009. Meskipun, para pebulu tangkis Negeri Panda itu tidak ditempatkan di posisi unggulan teratas dalam even yang mulai dilaksanakan hari ini di Hyderabad, India.

''Kami selalu mendorong pebulu tangkis untuk meraih hasil lebih baik daripada yang diharapkan. Itulah kunci sukses kami,'' jelas Li Yongbo, pelatih Tiongkok, setelah sesi latihan kemarin (9/8).

Itu mengindikasikan bahwa Tiongkok punya peluang besar menyapu bersih gelar. Apalagi, pebulu tangkis Tiongkok merajai beberapa turnamen kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).

Sementara, negara-negara lain, seperti Malaysia, Denmark, Hongkong, Indonesia, dan tuan rumah India, hanya mengandalkan sejumlah nomor.

Malaysia, misalnya. Negeri jiran itu mengandalkan Lee Chong Wei di tunggal pria. Dengan status unggulan pertama, Chong Wei tidak akan susah sekadar ke perempat final.

Baru di babak tersebut, Chong Wei akan diuji pebulu tangkis unggulan lain. Jika skenario berjalan lancar, lawan yang mungkin dihadapi Chong Wei di perempat final adalah Sony Dwi Kuncoro. Pebulu tangkis Indonesia itu diunggulkan di urutan keenam.

Bahkan, kubu Malaysia optimistis bahwa satu gelar dari tunggal pria bakal jatuh ke tangan Chong Wei.

''Lee Chong Wei saat ini dalam kondisi fit. Melihat latihannya, selama dua hari terakhir, dia tetap layak diunggulkan menjadi juara,'' papar Rexy Mainaky, salah seorang pelatih Malaysia.

Mantan pebulu tangkis ganda andalan Indonesia itu menambahkan, sejumlah pebulu tangkis ganda Malaysia juga berpeluang menambah gelar. Di antaranya, melalui unggulan utama ganda wanita Chin Eei Hui/Wong Pei Tty.

Selain Sony, pemain yang berpeluang menghentikan Chong Wei adalah Chen Jin, unggulan kedua dari Tiongkok, dan Peter Hoeg Gade, unggulan ketiga dari Denmark. Selain itu, tentu saja sang flamboyan asal Indonesia Taufik Hidayat, yang diunggulkan di urutan keempat, serta Lin Dan (Tiongkok) di posisi kelima.

Di tunggal wanita, unggulan teratas Zhou Mi dari Hongkong akan dikepung pebulu tangkis Tiongkok, Wang Lin (2), Wang Yihan (4), dan Xie Xinfang (5), serta Tine Rasmussen, unggulan ketiga asal Denmark.

Pemain idola tuan rumah, Saina Nehwal, layak dijagokan mendobrak dominasi lima unggulan teratas. Bermain di hadapan publik sendiri tentu akan membuat unggulan keenam itu lebih termotivasi. ''Bermain di hadaan publik India memberikan suasana berbeda. Saya lebih bersemangat,'' ungkap Saina.

30 Juli 2009

Atlet Porprov Cabang Bulutangkis Kota Madiun

Keputusan final sudah diambil oleh para ofisial / pelatih mengenai siapa saja atlet bulutangkis/badminton yang diikutsertakan dalam Porprov Jatim II di Malang Oktober mendatang.

Berikut daftar nama atlet yang membela panji Kota Madiun dalam cabor badminton. . . . .

Atlet Putra:
  • Alvin
  • Ilham S P
  • Henry
  • Dimas A K
  • Egi M
  • Adinda K W
  • Ryan
  • Hafid L K
Atlet Putri:
  • Afdian D
  • Rahma
  • Happy
  • Galuh
Moga-moga aja bisa berprestasi setinggi mungkin. . . . . Tapi yang paling penting ya nambah pengalaman bertandingnya, terutama di even sekelas Porprov gitu loh. . . . . .

20 Juli 2009

Kota Ikuti 13 Cabor di Porprov

Madiun – KONI Kota Madiun mulai mempersiapkan diri menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-2 di Malang Oktober mendatang. Koni juga sudah menetapkan 13 cabang olahraga (cabor) yang akan diikutkan da;am Porprov. Dari 20 cabor yang dipertandingkan. “Setelah kami lihat, memang hanya 13 cabor yang bisa diikuti komtingen Kota Madiun.” Kata Hagus Mulyanto, wakil komandan kontingen Kota Madiun.

Dari 13 cabor teersebut diantaranya diharapkan bisa menyumbangkan medali emas, seperti bola basket, pencak silat, renang, karate, gulat, balap sepeda, dan panjat tebing.

Sedangkan cabor yang tidak diikuti seperti panahan, selam, bridge, senam, drum, dan sepak bola.

Selain mempersiapkan cabor yang diikuti, KONI juga telah membentuk tim kontingen. Yang mengejutkan, awalnya komandan kontingen ditetapkan Tatok Raya yang juga berjabat ketua harian KONI Kota Madiun. Namun, dalam perjalanannya, Tatok Raya mendur dan digantikan oleh Maidi yang juga Sekretaris Daerah Kota Madiun.


06 Juli 2009

Wish Word

Membaca berguna buat otakmu, sedangkan olahraga berguna buat badanmu.

(Sir Richard Steele)

05 Juli 2009

Porprov Jatim II tahun 2009


Porprov Jatim II tahun 2009 hampir tiba. . . . . . .

Para atlet-atlet bulutangkis kota madiun segeralah mempersiapkan diri sebaik mungkin!!!!!!!

Keputusan terakhir sih Porprov akan dilaksanakan bulan Oktober mendatang, tepatnya di kota Malang. Batasan usia maksimal berumur 21 tahun. Istilah kerennya sih Under-21! Hehehe....

Banyak cabor(cabang olahraga) yang dilombakan pada Porprov tahun ini. Info lebih lengkapnya dapat dilihat di situs resmi Provinsi Jatim, klik disini http://www.jatimprov.go.id

Nah kalau cabor badminton sih, ada dua kategori. Beregu dan perorangan. Gini gue jelasin....
Bagi putra, beregu terdiri dari tiga tunggal putra dan dua ganda putra.
Bagi putri, beregu terdiri dari dua tunggal dan satu ganda.
Tiap kota/kabupaten berhak mengirimkan satu regu!!!
Nah, kalo perorangannya....
Tiap kota/kabupaten berhak mengirimkan:
  • dua tunggal putra
  • dua ganda putra
  • dua tunggal putri
  • satu ganda wanita
  • satu ganda campuran

Nah, gitu ceritanya. . . . . .

So, siapin diri kamu sebaik mungkin . . . . . .

Cayo perbulutangkisan Madiun. . . . . . . . .

23 Juni 2009

Saina Nehwal, Sinar Kebangkitan Bulu Tangkis India



Kuncinya Displin dan Anggap Guru sebagai Dewa Ketiga

India benar-benar membuktikan kebangkitan bulu tangkis mulai pertengahan 2009. Salah satu buktinya, pemain tunggal wanita Saina Nehwal sukses menjadi juara di Indonesia Open Super Series 2009 yang berakhir kemarin (21/6).


---

Kekuatan bulu tangkis India kembali mengancam, kali ini bahkan lebih istimewa. India tak lagi mengandalkan pemain pria seperti Pullela Gopichand di All England 2001 dan Prakash Padukone pada 1980. Kini India melahirkan seorang bintang wanita, Saina Nehwal, yang sukses menjadi juara Indonesia Open Super Series 2009 kemarin.

Tak ada patokan target juara yang dibawa Atik Jauhari, pelatih kepala India. Karena itu, pria asal Indonesia yang sejak Agustus 2008 menangani tim nasional India tersebut tak menyangka bahwa anak didiknya bisa menjadi jawara di turnamen berhadiah total USD 250 ribu itu.

"Saya malah hanya menargetkan dia bisa mendapatkan poin untuk naik peringkat ke posisi lima besar pada 2010. Siapa sangka dia bisa menjadi juara," ujar Atik.

Penampilan Saina memang mengagumkan. Dia rajin sekali membabat bola-bola yang diberikan oleh lawan. Mulai permainan net beralih ke bola belakang, semua dilibas dan dikembalikan dengan baik oleh Saina.

Lawanlah yang justru kesulitan mengembalikan bola Saina. Menghadapi Wang Lin, Saina justru mengandalkan permainan reli. "Saya selalu memompa kepercayaan dirinya dengan menyebut dia lebih kuat daripada lawan. Saya arahkan untuk bermain reli," ungkap Atik.

Kepuasan lain yang dirasakan oleh Atik adalah kesuksesan Saina menumbangkan dominasi Tiongkok di sektor tunggal wanita. Ya, Saina tak hanya menang atas pemain Tiongkok di final. Jalan menuju partai puncak sudah dilalui Saina dengan menundukkan wakil-wakil Negeri Panda. Di semifinal, pemain kelahiran 17 Maret 1990 itu sukses menumbangkan Lu Lan dua set langsung dengan skor 25-23, 21-19. Di final, Saina menumbangkan Wang Lin dengan hasil 12-21, 21-18, 21-9.

Saina menyatakan kaget dengan kemenangan itu. Dia sampai menangis dan melemparkan raket kepada penonton untuk meluapkan kegembiraan. "Itu seperti mimpi bagi saya. Mimpi yang jadi kenyataan. Dari drawing saja, begitu berat. Tapi, nyatanya, saya bisa melewatinya dan memperoleh kemenangan di sini," lanjut juara dunia junior 2008 itu.

Sukses jadi juara tersebut tidak lepas dari perjuangan keras Saina. Selama dua bulan terakhir, dia mendapatkan porsi latihan khusus, terutama menyangkut masalah fisik. Berat badannya selalu dikontrol sebelum berangkat ke negara tuan rumah turnamen yang diikuti. Targetnya, Saina tak boleh tampil dengan postur kegemukan. "Detailnya, saya tak bisa menceritakan. Hanya, kami memang mulai lebih optimal menggeber persiapan fisik sejak dua bulan lalu," papar dia.

"Dari semua aspek untuk stamina, mulai kekuatan otot, berat badan, setiap pemain menjadi perhatian," ujar Kiran Challagundla, pelatih fisik tim India.

Sejatinya, latihan tersebut tidak hanya diberikan kepada Saina, tapi juga pemain India lain. Dalam sehari, total latihan mencapai 6-7,5 jam. Khusus latihan fisik, diberikan porsi minimal dua jam sehari. Saina, menurut Kiran, merupakan pemain yang sangat disiplin. Dia akan melakukan apa saja perintah pelatih meski kepayahan.

"Di negeri kami, guru termasuk dewa yang harus dihormati. Pertama ibu, kedua ayah, dan ketiga guru, yang termasuk pelatih," terang Kiran.

Atik membenarkan kondisi itu. Kenyataan tersebut berbeda dengan perkembangan di Indonesia. "Wah, kalau di sini (Indonesia, Red) bisa-bisa pelatih yang menuruti keinginan pemain," sindir Atik.

Karena itu, Saina juga menyempatkan diri untuk sekolah. Memang, program belajar di India lebih mendukung karena kebutuhan ke sekolah cukup saat ujian layaknya Universitas Terbuka di sini. "Tapi, untuk sementara, saya fokus ke bulu tangkis dulu karena banyak turnamen," ucapnya.

----

Review Djarum Indonesia Open Super Series 2009

Ini nih, gue kasih review-nya Djarum Indonesia Open Super Series 2009 yang baru aja selesei kemaren sore... (Maap terlambat! Hehehehe. . . . .)


Tunggal Putra:
Taufik Hidayat (Indonesia) Vs Lee Chong Wei (Malaysia) 9-21, 14-21
Tunggal Putri:
Saina Nehwal (India) Vs Wang Lin (Tiongkok) 19-21, 21-19, 21-14
Ganda Putra:
Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Korsel) Vs Cai Yun/Fu Haifeng (Tiongkok) 21-15, 21-18
Ganda Putri:
Chin Eei Hui/Wong Pei Tty (Malaysia) Vs Cheng Shu/Zhao Yunlie (Tiongkok) 21-16, 21-16
Ganda Campuran:
Lee Yong Dae/Lee Yo Jung (Korsel) Vs Zheng Bo/Ma Jin (Tiongkok) Skornya lupa nih! Tapi yang jelas menang pasangan Tiongkok kok. . . .

19 Juni 2009

PB Arma Plus Bina Putra

PB Arma Plus Bina Putra merupakan persatuan bulutangkis dibawah naungan PB PBSI Kota Madiun yang memfokuskan pembinaan bulutangkis anak usia dini.

Hal ini ditujukan untuk menciptakan bibit-bibit muda atlet andalan dalam bidang badminton/bulutangkis di kota Madiun dan sekitarnya.




PB Arma Plus Bina Putra berdiri pada tahun 2001

Jadwal latihan:
  • Minggu pk. 06.00-14.00 di lapangan jl.wuni
  • Selasa pk. 14.00-18.00 di lapangan Perumnas I Manisrejo dan di lapangan jl.kartika manis
  • Rabu pk.14.00-18.00 di lap. jl.serayu
  • Kamis pk.14.00-18.00 di lap. jl. wuni (khusus anak-anak)
  • Jum'at pk. 14.00-18.00 di lap. Perumnas I Manisrejo dan di lap. jl.kartika manis

PB Arma Plus Bina Putra hanya menerima pendaftar baru maksimal berusia setara smp.

Keterangan lebih lanjut hubungi: (0351) 7627001

29 Mei 2009

Pertama di dunia!!!!




Mal Sri Ratu Kota Madiun menyelenggarakan kejuaraan bulutangkis pertama di dunia yang diselenggarakan di dalam mal!!!!!!!!

Kejuaraan ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu pada tgl 24,25, dan 26 Mei 2009.

Masyarakat sangat antusias dengan diselenggarakannya kejuaraan ini.

Banyak tantangan yang harus dihadapi pemain, seperti silaunya lampu-lampu dan tentunya licinnya lapangan karena tidak dilapisi karpet. Itulah yang menjadi daya tarik tersendiri!

Pada akhirnya kejuaraan ini dimenangi oleh;
  1. Sukma/Hendry
  2. Dadang/Anshori
  3. Deni/Pram
Selamat bagi para pemenang!!!!!!!!

Majukan terus dunia perbulutangkisan Indonesia!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Pelatih

Ada banyak pelatih (coach) di PB Arma Plus.

Berikut daftar pelatih PB Arma Plus:
  • Mr. Yono
  • Mr. Sudjatmiko
  • Mr. Sukir
  • Mr. Yatno
  • Mr. Nur
  • Mr. Eko
  • Mr. Felix
  • AKW

22 Mei 2009

Gaji Rexy Lima Kali Lipat

Per Bulan Dibandingkan Pelatih Cipayung

JAKARTA - Perjuangan PB PBSI untuk mendapatkan pelatih sebagus Hendrawan bakal sulit terwujud. Penyebabnya, keterbatasan dana yang menurunkan daya saing otoritas olahraga tepok bulu tanah air itu. Seperti Hendrawan yang segera melatih Malaysia, di luar negeri pelatih lokal bisa mendapatkan gaji lebih banyak daripada penghasilan di Pelatnas Cipayung.

Fakta itu disampaikan oleh Bendahara PB PBSI Djendjen Zaenanasri. "Kalau bersaing dengan negara lain, kami akan kalah. Sebab, kisaran honor yang ditawarkan negara lain jauh lebih besar," terang Djendjen di Jakarta kemarin (20/5).

Dia mencontohkan, pelatih pelatnas hanya menerima honor sebesar Rp 15-20 juta setiap bulan dan tak ada jaminan uang pensiun setelah merampungkan tugasnya. Nilai itu jauh di bawah Atik Jauhari yang kini memoles India. Dalam sebulan, dia mendapatkan honor mencapai Rp 56 juta.

Asep Suharno yang kini menangani Singapura jauh lebih beruntung. Setiap bulan koceknya mendapat tambahan Rp 86 juta. "Setahu saya, nilai tertinggi dipegang Rexy Mainaky. Sebagai pelatih ganda di Malaysia, dia mendapatkan uang saku mencapai Rp 100 juta," terang Djendjen. Artinya, gaji Rexy sebulan besarnya lima kali gaji pelatih Cipayung.

Bahkan, di beberapa negara, Djendjen mendapati pelatih yang memperoleh fasilitas pensiun layaknya pegawai negeri sipil di tanah air. Swedia adalah salah satu negara yang menerapkan kebijakan itu.

"Saya rasa, sangat manusiawi jika mereka memilih pindah ke negara lain. Sebab, para pelatih itu tentu memikirkan masa depan masing-masing," terang Djendjen.

Kebutuhan keluarga, lanjut dia, menjadi latar belakang utama untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Kesulitan lain PBSI untuk menggaet pelatih pelatnas adalah izin dari klub yang menaungi. Belum tentu klub mau menyerahkan pelatih terbaiknya untuk memoles pemain pelatnas.

Meski sulit, Djendjen yakin pengganti Hendrawan bisa didapatkan. Menurut kabar dari Cipayung, pelatih yang akan dipilih adalah Kurnia Hu dari PB Tangkas Jakarta.

Pria itu tak sekali ini menjadi kandidat pelatih Cipayung. Pada 1996, Kurnia pernah diminta bergabung, tapi batal. Pada 2004, Taufik Hidayat pernah meminta dilatih oleh Kurnia. Rencana itu juga batal setelah Mulyo Handoyo memilih pulang ke Indonesia setelah membesut Singapura.

"Mungkin, pekan depan kami sudah mendapatkan nama pelatih tunggal pria. Sebab, turnamen terdekat sudah berada di depan mata," terang I Gusti Made Oka, wakil ketua umum PB PBSI.

Kamis, 21 Mei 2009
http://www.jawapos.co.id/sportivo/index.php?act=detail&nid=70352

20 Mei 2009

Sejarah Bulutangkis

Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina.

Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.

Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.

Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.

Olah raga kompetitif bulutangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring/net dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.

Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore Bulutangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.

Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi Bulutangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.

Bulutangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.


BADMINTON. . . . . . . .
  • Menyehatkan badan!!!!! (Pastinya)
  • Menghilangkan stres!!!!!!! (Jelas)
  • Nambah temen!!!!!!!!!! (So pasti!.....................)
  • Prestasi. . . . . . . . . . . . . .

Nah, buat yang terakhir ni. . . . .
Prestasi! Yup! Badminton untuk menggapai cita-citamu setinggi langit! Kayak Taufik Hidayat neh. . . . . .