18 Maret 2010

Malaysia Ingin Jadi Negara Utama Bulu Tangkis


KUALA LUMPUR, Kompas.com - Pemerintah Malaysia mencanangkan keinginan negaranya untuk menjadi kekuatan utama bulu tangkis dunia dengan mendirikan akademi bulu tangkis.

"Jika kita tidak segera menjalankan pengembangan sistematis dalam olah raga ini, kita akan kehabisan para pemain berkualitas di masa mendatang," kata Najib.

Najib mengatakan pemerintah tengah mencari lokasi yang cocok dan akan membicaraknya bersama asosiasi bulu tangkis Malaysia (BAM). Najib juga mengatakan pemerintah akan menyediakan 600 ribu dolar AS untuk bonus kepada pelatih dan pemain.

Peningkatan dana ini diumumkan setelah tunggal putera utama dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei meraih gelar juara di turnamen bulu tangkis All England Super Series. Chong Wei mengembalikan tradisi lama Malaysia yang pernah menjadi juara jaman Wong Peng Soon, Eddy Choong pada 1950-an, Tan Aik Huang pada 1960-an dan Muhammad Hafizh Hashim.

Malaysia pernah menjadi juara Piala Thomas antara 1949-1955 saat masih bernama Malaya. Dengan nama Malaysia mereka merebutnya pada 1967 dan 1992. Keduanya dengan mengalahkan Indonesia di final.

China kini mendominasi bulu tangkis dunia menggeser kekuatan lama seperti Indonesia, Malaysia dan Denmark.

Turnamen Candra Wijaya Digelar 22-25 April


JAKARTA, Kompas.com - Setelah tahun lalu sukses menyelenggarakan kejuaraan bulu tangkis khusus ganda putra "Candra Wijaya Men's Doubles Championship", pebulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000, Candra Wijaya kembali bakal menggelar kejuaraan serupa. Turnamen berhadiah total Rp 250 juta ini akan dilangsungkan di GOR Asia-Afrika, Senayan, Jakarta, tanggal 22-25 April mendatang.

Dibanding penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini akan mempertandingkan lima kategori, yaitu ganda remaja, taruna, dewasa, anak-anak dan master/veteran. Penambahan kategoriCandra, dimaksudkan untuk menampung dan memenuhi keinginan dari banyak pihak.

"Ini sebagai bentuk kaderisasi agar pembinaan tidak terputus. Anak-anak juga makin terpacu bermain bulu tangkis. Hadirnya para pemain senior dan veteran yang dulu kerap mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia di forum internasional, paling tidak akan memotivasi para pemain junior," kata Candra, dalam acara jumpa pers di kafe Putt-Putt Golf, Senayan, Jakarta, Rabu (17/3/10).

Menurut Chandra, dengan lima kategori, kejuaraan ini akan lebih meriah. Bagi pemain pemula, mereka ini harus dirangsang untuk berkompetisi sejak dini. Sementara kehadiran pemain senior dan veteran diharapkan bisa menjadi panutan para pemain pemula. Apalagi, selama ini banyak pemain anak-anak yang mengikuti hobi orangtua.

"Kita berharap bulu tangkis bisa kembali menjadi olahraga favorit keluarga. Dengan demikian olahraga bulu tangkis bisa tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat kita. Apalagi, di saat kondisi prestasi bulu tangkis Indonesia tidak menggembirakan, dibutuhkan terobosan-terobosan baru untuk mengangkat kembali kejayaan bulu tangkis Indonesia seperti dulu lagi," tutur ayah dua anak ini.

Seperti perhelatan tahun 2009, tahun ini juga akan digelar juga penghargaan kepada Para Pemain Legenda. Sebagai informasi, tahun lalu, yang berhak menerima penghargaan ini adalah pasangan legendaris Indonesia yang menguasai panggung dunia, yaitu, Christian Hadinata/Ade Chandra dan Tjun Tjun/Johan Wahyudi.

Ayo Balas di Swiss!


JAKARTA, Kompas.com - Markis Kido/Hendra Setiawan baru saja gagal mewujudkan impiannya menjadi juara di turnamen klasik All England Super Series. Perjalanan mereka terhenti di semifinal akhir pekan lalu, karena menyerah dari pasangan Denmark Lars Paaske/Jonas Rasmussen, yang akhirnya menjadi juara.

Namun perjuangan tak berakhir di sini. Kido/Hendra punya kesempatan membalas sekaligus menghapus kekecewaannya saat tampil di turnamen Swiss Terbuka Super Series pekan ini.

Ya, dari London, pasangan terbaik Indonesia tersebut melanjutkan perjalanannya ke Swiss. Kali ini, mereka akan terjun ke turnamen Swiss Terbuka Super Series yang mulai bergulir 16-21 Maret di St Jakobshalle, Basel, bersama dengan pasangan non Pelatnas Cipayung lainnya, Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan.

Di kejuaraan berhadiah 200.000 dollar AS ini, Kido/Hendra menjadi unggulan ketiga. Pada babak pertama, pasangan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut bertemu dengan pasangan Taiwan Chen Hung Ling/Lin Yu Lang. Jika lolos, mantan pemain Pelatnas ini bakal menemui hambatan yang cukup besar, karena akan bertemu pemenang antara Cho Gun Woo/Kwon Yi Goo (Korsel) atau Chai Biao/Zhang Nan (China).

Sementara itu, Alvent/Hendra AG yang merupakan unggulan kelima akan mengawali perjuangannya melawan pasangan Polandia Adam Cwalina/Michal Logosz. Apabila pasangan Indonesia yang pekan lalu langsung tersingkir di babak pertama All England (kalah dari Chai Biao/Zhang Nan) tersebut maju, maka mereka bertemu dengan pemenang duel Kristof Hopp/Johannes Schoettler (Jerman) vs Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata (Jepang).

Sayang, hanya satu dari dua pasangan Indonesia tersebut yang bisa lolos ke semifinal. Pasalnya, berdasarkan hasil undian, mereka sudah harus saling "membunuh" di perempat final--dengan asumsi bisa mengalahkan lawan-lawannya di dua babak pertama.

Taufik tetap jadi andalan

Dalam turnamen ini, Indonesia tidak banyak mengirimkan wakilnya. Selain dua pasangan di sektor ganda putra tersebut, masih ada tiga pemain lagi dari Tanah Air yang ambil bagian, yaitu Taufik Hidayat dan Dionysius Hayom Rumbaka di sektor tunggal putra, serta Maria Febe Kusumastuti di nomor tunggal putri.

Melihat peta kekuatan yang ada, Taufik yang juga gagal mewujudkan keinginan terbesarnya untuk meraih gelar di All England setelah disingkirkan Peter Gade di perempat final, tetap menjadi andalan.

Peluang unggulan keempat tersebut untuk maju ke perempat final sangat besar, karena di babak pertama dia hanya melawan pemain kualifikasi, dan selanjutnya menghadapi pemenang antara Andrew Smith (Inggris) vs Hsieh Yu Hsing (Taiwan).

Perjalanan sulit bakal dilewati Hayom. Satu-satunya tunggal putra dari Pelatnas yang ambil bagian tersebut, mengawali perjuangannya melawan peman Belanda Eric Pang, sebelum bertemu pemenang antara unggulan delapan dari China Chen Long vs pemain tuan rumah Christian Boesiger.

Seperti halnya di sektor ganda putra, di nomor tunggal putra ini pun akan terjadi "perang saudara" lebih awal. Jika Taufik dan Hayom sama-sama lolos, maka mereka akan bertemu di perempat final. Dengan demikian, bisa dipastikan hanya satu wakil Indonesia yang lolos ke semifinal jika tidak ada aral melintang.

Sedangkan untuk sektor tunggal putri, Maria Febe harus siap-siap bertarung all-out menghadapi juara All England, Tine Rasmussen. Jika berhasil melewati adangan pemain Rusia Ella Diehl di babak pertama, maka tunggal putri Pelatnas Cipayung tersebut berpeluang besar bertemu Rasmussen, karena pemain Denmark yang menjadi unggulan tujuh itu diprediksi takkan kesulitan mengalahkan pemain Swiss Jeannine Cicognini.

Chong Wei Hentikan Kejutan Tago


JAKARTA, Kompas.com - Pemain Malaysia, Lee Chong Wei menghentikan rangkaian kejutan pemain Jepang, Kenichi Tago sekaligus menjuarai tunggal putera turnamen bulu tangkis All England Super Series, Minggu (14/03/2010).

Chong Wei yang diunggulkan di tempat pertama menang dalam dua game 21-19 21-19 dalam pertandingan yang berlangsung 47 menit. Ini menjadi keberhasilan pertama Chong Wei menjuarai All England setelah tahun lalu ia dikalahkan pemain China, Lin Dan di babak final.

Sementara bagi pemain muda Jepang, Kenichi Tago, kekalahan di final ini menjadi antiklimaks dari rangkaian kejutan yang dibuatnya di turnamen tertua ini. Sebelum lolos ke final, Tago menyisihkan tiga pemain unggulan yaitu Nguyen Tien Minh dari Vietnam yang diunggulkan di tempat ketujuh, unggulan ketiga Chen Jin di babak perempatfinal serta unggulan 6 Bao Chunlai di babak semifinal.

Sementara Chong Wei lolos ke final dengan antara lain menyingkirkan Sony Dwi Kuncoro serta pemain veteran asal Denmark, Peter Hoeg Gade di babak semifinal.

Di bagian tunggal puteri, pemain Denmark, Tine Rasmussen akhirnya juga mampu mewujudkan ambisinya di puncak All England setelah menundukkan pemain China, Wang Yihan 21-14 18-21 21-19. Rasmussen yang merupakan pemain non unggulan, mengalahkan unggulan pertama tersebut dalam waktu satu jam.



BADMINTON. . . . . . . .
  • Menyehatkan badan!!!!! (Pastinya)
  • Menghilangkan stres!!!!!!! (Jelas)
  • Nambah temen!!!!!!!!!! (So pasti!.....................)
  • Prestasi. . . . . . . . . . . . . .

Nah, buat yang terakhir ni. . . . .
Prestasi! Yup! Badminton untuk menggapai cita-citamu setinggi langit! Kayak Taufik Hidayat neh. . . . . .