10 Desember 2009

Maria Kristin Merasa tak Terbebani


JAKARTA, Kompas.com - Wakil Ketua Umum PB PBSI I Gusti Made Oka yakin, bulu tangkis Indonesia masih yang terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, target di SEA Games XXV Laos bisa tercapai.

"Saya yakin di SEA Games kita masih bisa bicara. Saya masih yakin dengan kekuatan mereka," ujar Oka usai memimpin upacara pelepasan tim SEA Games bulu tangkis di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (5/12).

Karenanya Oka, yang membacakan sambutan Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso, berharap para atlet tidak memandang keikutsertaan mereka sebagai rutinitas belaka. Tetapi, hendaknya diapresiasi dengan sungguh-sungguh untuk menunjukkan kemampuan dan kualitas atlet dan pelatih, katanya.

Bulu tangkis ditergetkan menyumbang lima medali emas dalam SEA Games di Laos yang berlangsung 9-18 Desember, yakni dari nomor beregu putra, ganda putra, ganda campuran, ganda putri dan beregu putri atau tunggal putra.

Posisi tidak ditargetkan meraih medali emas membuat penyumbang emas tunggal putri SEA Games Thailand 2007 Maria Kristin tidak terbebani.

"Dengan tidak ditargetkan bisa main tanpa beban," kata Maria yang di final dua tahun lalu mengalahkan Adriyanti Firdasari.

Pada SEA Games kali ini, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing itu tidak diunggulkan dalam nomor perorangan. Ia akan mengawali langkahnya di Laos dengan melawan Xing Aiying--pebulu tangkis Singapura yang mengalahkannya di final beregu putri dua tahun lalu.

Sedangkan Firdasari menjadi unggulan kedua pada nomor perorangan dan langsung maju ke babak 16 besar.

Selain Maria dan Firdasari, tim Indonesia diperkuat 16 pemain lainnya yakni: Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Tommy Sugiarto, Linda Weni Fanetri, pasangan juara Olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan, dan pasangan dua kali juara dunia Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Selain itu, ada pasangan Bona Septano/Mohammad Ahsan, Greysia Polii/Nitya
Krishinda, Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari, dan Devin Lahardi/Lita Nurlita.

Tim akan bertolak menuju Laos pada Senin (7/12) bersama rombongan besar kontingen Indonesia. Indonesia memasang target mencapai tiga besar di Laos.

Kido/Hendra Tampil di Copenhagen Masters


JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda putra juara Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan, akan tampil dalam turnamen Copenhagen Masters di ibu kota Denmark, Kopenhagen, 27-29 Desember.

"Ya berangkat," kata Markis, Rabu (9/12/09), saat dikonfirmasi mengenai keikutsertaannya dalam turnamen tahunan berhadiah 310.000 krone Denmark (sekitar Rp 579,876 juta) tersebut.

Selain pasangan peringkat tiga dunia itu, dalam turnamen invitasi yang tidak mempertandingkan ganda putri tersebut, Indonesia juga akan diwakili Simon Santoso dan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Simon akan bersaing dengan dua pemain tuan rumah, Peter Gade dan Jan O Jorgensen, serta Marc Zwiebler dari Jerman. Sedangkan Kido/Hendra adalah satu dari empat ganda putra yang ambil bagian, termasuk di dalamnya adalah pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dan Lars Paaske/Jonas Rasmussen, serta pasangan Mak Hee Chun/Tan Wee Kiong dari Malaysia.

"Lawannya berat-berat juga, terutama dua pasangan Denmark itu ditambah pasangan Malaysia yang masih muda," kata Kido soal calon pesaingnya.

Adapun Nova/Liliyana akan bersaing dengan pasangan-pasangan tangguh, di antaranya, juara Final Super Series 2009 Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) dan juara dunia Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark). Selain itu, masih ada pasangan Polandia Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk.

Saat ini, kelima pemain tersebut sedang berada di Laos untuk membela tim Merah Putih di ajang SEA Games, yang berlangsung hingga 19 Desember.

Berikut ini nama-nama peserta Copenhagen Masters 2009:

Tunggal putra:
Peter Gade, Denmark
Jan Jorgensen, Denmark
Chong Wei Feng, Malaysia
Simon Santoso, Indonesia
Marc Zwiebler, Jerman

Tunggal putri:
Tine Rasmussen, Denmark
Lydia Cheah, Malaysia
Yao Jie, Belanda

Ganda putra:
Mathias Boe/Carsten Mogensen, Denmark
Lars Paaske/Jonas Rasmussen, Denmark
Mak Hee Chun/Tan Wee Kiong, Malaysia
Markis Kido/Hendra Setiawan, Indonesia

Ganda campuran:
Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, Denmark
Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, Denmark
Nova Widianto/Lilyana Natsir, Indonesia
Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk, Polandia

Khawatir Cedera Lagi, Chong Wei Bakal Absen


VIENTIANE, KOMPAS.com — Pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei diminta oleh pelatihnya untuk istirahat dan tidak tampil pada SEA Games XXV di Laos yang dibuka Rabu (9/12/09) ini. Dikhawatirkan, Chong Wei bakal cedera.

"Saya minta dia untuk istirahat sesuai saran dokter di Kuala Lumpur karena cedera pada pahanya," kata Misbun Sidek, pelatih nomor tunggal Malaysia, seperti dikutip New Straits Times, Rabu.

Absennya Lee merupakan pukulan bagi tim bulu tangkis Malaysia di SEA Games. Sebelumnya mereka telah memborong tiga gelar pada turnamen tutup tahun World Super Series Masters Finals, di mana Lee menjadi juara tunggal putra.

"Ia perlu perawatan dan istirahat," kata Sidek.

"Chong Wei sudah merasa terganggu sejak turnamen Hongkong Terbuka (bulan lalu) dan akan berisiko jika ia terus tampil setelah Super Series Masters Final baru-baru ini," tambahnya.

Misbun mengatakan, Lee perlu sedikitnya tiga pekan untuk pemulihan.

"Cederanya tidak serius, tapi ia perlu istirahat agar cedera itu tidak memburuk. Saya berharap masyarakat dapat memakluminya" kata Sidek.

Pelatih Kepala Malaysia Rashid Sidek mengatakan, timnya masih berpeluang setidaknya meraih dua medali emas di SEA Games Laos meski tanpa diperkuat Lee.

Borong Tiga Gelar, Malaysia Mengancam di SEA Games


JOHOR BAHRU, Kompas.com - Tuan rumah Malaysia memborong tiga gelar juara dalam ajang Super Series Masters di Johor Bahru yang berakhir Minggu (6/12). Sementara Korea Selatan dan Denmark berbagi satu gelar.

Gelar Malaysia direbut oleh tunggal putera Lee Chong Wei yang mengalahkan pemain Korea Selatan Park Sung Hwan 21-17 21-17. Sebelumnya, tunggal puteri Wong Mew Choo menjadi juara dengan mengalahkan finalis kejutan asal jerman, Juliane Schenk 21-15 21-7. Sementara gelar ketiga direbut ganda puteri Wong Pei Tty/Chin Eei Hui setelah menang atas ganda Denmark Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen dari Denmark 21-17 21-14.

"Sangat menyenangkan dapat kembali menjadi juara," kata Lee Chong Wei. pemain utama dunia ini telah memenangi enam gelar juara turnamen Super Series dan dua turnamen GP Gold.

Lee akan memperkuat Malaysia dalam ajang pesta olahraga SEA Games di Laos, 8 Desember mendatang. Ia ditargetkan untuk meraih medali emas baik di nomor tunggal putera mau pun beregu putera. Malaysia berpeluang menambah medali emas di sektor puteri.

Di nomor ganda campuran, pasngan India Diju Valiyaveetil/ Jwala Gutta gagal mewujudkan keajaiban turnamen setelah dikalahkan ganda Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Diju V/Jwala Gutta dikalhkan ganda unggulan pertama tersebut 14-21 18-21 dalam 37 menit.

Hasil Super Series Masters:
Lee Chong Wei (MASx1)-Park Sung-Hwan (KOR) 21-17, 21-17
Jung Jae-Sung/Lee Yong-Dae (KOR)-Carsten Mogensen/Mathias Boe (DENx2) 21-15, 21-15
Wong Mew Choo (MAS)-Juliane Schenk (GER) 21-15, 21-7
Wong Pei Tty/Chin Eei Hui (MASx1)-Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen (DEN) 21-17, 21-14
Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (DENx1)-V. Diju/Jwala Gutta (IND) 21-14, 21-18

05 Desember 2009

Jadwal semifinal

Tunggal putra
Bao Chunlai (China) vs Park Sung Hwan (Korsel)
(1) Lee Chong Wei (Malaysia) vs (2) Peter Hoeg Gade (Denmark)

Tunggal putri
Wong Mew Choo (Malaysia) vs Yai Jie (Belanda)
(1) Saina Nehwal (India) vs Juliane Schenk (Jerman)

Ganda putra
Xu Chen/Guo Zhendong (China) vs (2) Carsten Mogensen/Mathias Boe (Denmark)
Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan/Abdul Latif Mohd Zakry (Malaysia) vs Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Korsel)

Ganda putri
Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen (Denmark) vs (2) Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin (Taiwan)
(1) Chin Eei Hui/Wong Pei Tty (Malaysia) vs Duang Anong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand)

Ganda campuran
Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk (Polandia) vs V Diju/Gutta Jwala (India)
(1) Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) vs Anthony Clark/Donna Kellogg (Inggris)

04 Desember 2009

Chong Wei Bertemu Peter Gade di Semifinal


JAKARTA, Kompas.com - Pesona Super Series Masters Finals agak menurun karena sejumlah pemain top dari Indonesia dan China absen. Meskipun demikian, ini bukan berarti turnamen berhadiah total 500.000 dollas AS tersebut yang diselenggarakan di Johor Bahru, Malaysia, tidak bisa menyajikan pertarungan seru.

Tengok saja apa yang akan terjadi pada babak semifinal, Sabtu (5/12) ini. Di sektor tunggal bakal tersaji partai menegangkan dan enak untuk disimak, karena terjadi pertarungan antara dua pemain terbaik dunia, yaitu Lee Chong Wei dan Peter Hoeg Gade.

Unggulan utama asal Malaysia itu terpaksa bertemu Peter Gade yang merupakan unggulan kedua, karena mereka berbeda nasib di babak penyisihan. Chong Wei yang berada di Grup A menyapu bersih tiga pertandingan yang dilakoni, sedangkan Peter Gade yang berada di Grup B kalah dari pemain Korsel, Park Sung Hwan, pada pertandingan kedua. Karena di semifinal terjadi partarungan silang, maka Chong Wei yang menjadi juara Grup A, bertemu Peter Gade yang merupakan runner-up Grup B.

Partai semifinal tunggal putra lainnya pun tidak kalah menarik. Bao Chunlai yang di laga terakhir menyerah, Jumat (4/12), menyerah 13-21, 11-21 dari Chong Wei, menjajal kehebatan Park Sung Hwan.

Memang, prestasi Bao Chunlai masih kalah gemerlap dari dua kompatriotnya yang absen di laga ini, yaitu Lin Dan dan Chen Jin. Tetapi, pemain kidal ini memiliki kualitas yang bagus, karena dia telah melewati pertarungan yang berat. Juara Jepang Terbuka Super Series ini sudah memperlihatkan kemampuannya dengan dua kali menaklukkan mantan pemain nomor satu Indonesia di Pelatnas Cipayung, Taufik Hidayat. Selain di final Jepang Terbuka, Bao Chunlai juga mengalahkan Taufik di babak penyisihan Grup A.

Park Sung Hwan pun demikian. Tunggal putra nomor satu Korsel ini terkenal ulet dan memiliki akurasi pukulan yang menyulitkan, sehingga dia pasti sulit ditaklukkan Bao Chunlai. Dengan demikian, bisa dipastikan dua semifinal tunggal putra turnamen ini akan menyajikan pertarungan yang sengit, meskipun sudah harus terjadi final dini menyusul pertemuan Chong Wei dan Peter Gade.

Lengkap Sudah Kegagalan Taufik



JAKARTA, Kompas.com - Taufik Hidayat menelan kekalahan ketiga dalam tiga pertandingan di grup A Super Series Masters Finals di Johor Bahru, Jumat (4/12).

Dalam pertandingan terakhir ini, Taufik dikalahkan pemain Taiwan, Hsih Yu hsin. Taufik menyerah dalam dua game 17-21 15-21 dalam waktu 31 menit. Bagi kedua pemaia ini, hasil ini sudah tidak menentukan karena keduanya sudah pasti gagal ke semifinal setelah mengalamai dua kali kekalahan.

Dalam pertandingan kedua, Kamis malam, Taufik dikandaskan lawan berat sekaligus teman dekatnya asal Malaysia, Lee Chong Wei. Taufik yang sempat mengalami cedera pekan lalu, menyerah dalam dua game 6-21 13-21 dan gagal ke semifinal turnamen berhadiah 500 ribu dolar AS ini.

Sementara di pertandingan pertama, Rabu (2/12), Taufik juga kalah dalam dua game 18-21, 24-26 dari pemain China, Bao Chunlai. Dengan tiga kali kekalahan ini, lengkap sudah penderitaan Taufik dan ia harus terpuruk di urutan terbawah grup A.

Pupuslah Harapan Hendra AG/Vita ke Semifinal


JAKARTA, KOMPAS.com — Pupuslah harapan Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa untuk maju ke semifinal turnamen bulu tangkis Super Series Masters Finals. Dalam laga krusial di Johor Bahru, Jumat (4/12), mantan pasangan Pelatnas Cipayung itu kalah 15-21, 21-16, dan 15-21 dari ganda campuran Inggris, Anthony Clark/Donna Kellogg.

Hasil tersebut membuat Hendra AG/Vita gagal ke babak empat besar turnamen berhadiah 500.000 dollar AS ini karena, dari tiga kali pertandingan di Grup B, mereka kalah dua kali. Pada laga pembuka, Rabu (2/12), Hendra AG/Vita menang 21-14, 21-13 terhadap pasangan Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, dan setelah itu menyerah 18-21, 16-21 dari pasangan India, V Diju/Gutta Jwala.

Padahal, hanya Hendra AG/Vita satu-satunya wakil Indonesia yang memiliki peluang ke semifinal. Ketiga wakil lainnya, tunggal putra Taufik Hidayat, serta dua ganda putra Alvent Yulianto Chandra/Hendra AG dan Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, sudah lebih dulu tersingkir karena langsung kalah di dua pertandingan pertama. Dengan demikian, tak ada wakil Indonesia yang lolos.

Baik Clark/Kellogg maupun Hendra AG/Vita memang mengejar kemenangan di pertandingan ini untuk menyegel tiket ke semifinal sehingga pertarungan berlangsung sengit sejak set awal. Akan tetapi, Clark/Kellogg tampil lebih agresif dan memiliki akurasi jauh lebih baik dari Hendra AG/Vita sehingga lebih mendominasi set pertama. Selepas skor imbang 4-4, pasangan Inggris tersebut tak terkejar lagi hingga menang 21-15.

Di set kedua, Hendra AG/Vita berusaha bangkit untuk menyamakan skor. Usaha pasangan Indonesia ini membuahkan hasil karena, meskipun berlangsung ketat, mereka terus memimpin perolehan angka sampai menang 21-16 dan memaksa rubber set.

Pada set penentuan, performa Hendra AG/Vita malah jauh menurun. Ini membuat Clark/Kellogg sangat mendominasi karena langsung unggul 6-0, serta tak terkejar lagi sampai menang 21-15 dan memastikan diri sebagai juara Grup B. Mereka didampingi oleh pasangan India, Diju/Gutta, yang menang 21-12, 21-8 atas Songphon/Kunchala.

Bagi Hendra AG/Vita, kekalahan ini membuat mereka harus puas menempati peringkat tiga Grup A.

Alvent/Hendra Terhindar dari Juru Kunci

JAKATA, Kompas.com - Ganda putera Alvent Yulianto/Hendra AG terhindar dari posisi juru kunci Grup B Super Series Masters Finals setelah menang atas lawan mereka, Jumat (4/12).

Alvent/hendra yang sudah tidak lagi bergabung dengan pelatnas Cipayung mengalahkan ganda putera Inggris, Anthony Clark/Nathan Roberston 21-16 21-18. Dalam pertandingan yang berlangsung di Johor Bahru ini, Alvent/Hendra menang dalam 24 menit.

Ini merupakan satu-satunya kemenangan Alvent/Hendra dalam tiga pertandingan Grup B. Di pertandingan pertama mereka kalah dari pasangan Denmark Carsten Mogensen/Mathias Boe 16-21 18-21 dalam 40 menit. Sementara di partai kedua, Kamis (3/12), Alvent/Hendra tidak berdaya menghadapi ganda Korea Selatan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dan kalah 19-21 19-21 dalam 34 menit.

Dengan hasil ini, ganda Inggris, Anthony Clark/nathan Roberston berada di urutan terbawah Grup B. Baik pasangan Indonesia dan Inggris ini sudah gagal ke semifinal karena mengalami dua kali kekalahan.

Rian/Yonathan Juru Kunci

JAKARTA, Kompas.com - Ganda putera Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama akhirnya terpuruk di urutan terbawah Grup A setelah kalah lagi menghadapi Moh Tazari Moh Fairuzizuan/Moh Zakry Abdul latif.

Rian/Yonathan tidak berdaya menghadapi ganda Malaysia tersebut dan menyerah 13-21 13-21 dalam 24 menit dalam pertandingan yang berlangsung di Johor Bahru, Malaysia ini.

Ini merupakan kekalahan ketiga buat ganda Pelatnas Cipayung ini. Sebelumnya mereka kalah saat menghadapai ganda China Guo Zhendong/Xu Chen 24-26 20-22 di pertandfngan Rabu. Sementara dalam pertandingan kedua, mereka dikalahkan pasangan Malaysia lainnya, Tan Boon Heong/Koo Kien Keat 15-21 14-21.

Wakil grup A masih akan ditentukan hasil pertandingan antara Tan Boon Heong/Koo Kien Keat dan ganda China, Xu Chen/Guo Zhendong.




BADMINTON. . . . . . . .
  • Menyehatkan badan!!!!! (Pastinya)
  • Menghilangkan stres!!!!!!! (Jelas)
  • Nambah temen!!!!!!!!!! (So pasti!.....................)
  • Prestasi. . . . . . . . . . . . . .

Nah, buat yang terakhir ni. . . . .
Prestasi! Yup! Badminton untuk menggapai cita-citamu setinggi langit! Kayak Taufik Hidayat neh. . . . . .