29 Mei 2009

Pertama di dunia!!!!




Mal Sri Ratu Kota Madiun menyelenggarakan kejuaraan bulutangkis pertama di dunia yang diselenggarakan di dalam mal!!!!!!!!

Kejuaraan ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu pada tgl 24,25, dan 26 Mei 2009.

Masyarakat sangat antusias dengan diselenggarakannya kejuaraan ini.

Banyak tantangan yang harus dihadapi pemain, seperti silaunya lampu-lampu dan tentunya licinnya lapangan karena tidak dilapisi karpet. Itulah yang menjadi daya tarik tersendiri!

Pada akhirnya kejuaraan ini dimenangi oleh;
  1. Sukma/Hendry
  2. Dadang/Anshori
  3. Deni/Pram
Selamat bagi para pemenang!!!!!!!!

Majukan terus dunia perbulutangkisan Indonesia!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Pelatih

Ada banyak pelatih (coach) di PB Arma Plus.

Berikut daftar pelatih PB Arma Plus:
  • Mr. Yono
  • Mr. Sudjatmiko
  • Mr. Sukir
  • Mr. Yatno
  • Mr. Nur
  • Mr. Eko
  • Mr. Felix
  • AKW

22 Mei 2009

Gaji Rexy Lima Kali Lipat

Per Bulan Dibandingkan Pelatih Cipayung

JAKARTA - Perjuangan PB PBSI untuk mendapatkan pelatih sebagus Hendrawan bakal sulit terwujud. Penyebabnya, keterbatasan dana yang menurunkan daya saing otoritas olahraga tepok bulu tanah air itu. Seperti Hendrawan yang segera melatih Malaysia, di luar negeri pelatih lokal bisa mendapatkan gaji lebih banyak daripada penghasilan di Pelatnas Cipayung.

Fakta itu disampaikan oleh Bendahara PB PBSI Djendjen Zaenanasri. "Kalau bersaing dengan negara lain, kami akan kalah. Sebab, kisaran honor yang ditawarkan negara lain jauh lebih besar," terang Djendjen di Jakarta kemarin (20/5).

Dia mencontohkan, pelatih pelatnas hanya menerima honor sebesar Rp 15-20 juta setiap bulan dan tak ada jaminan uang pensiun setelah merampungkan tugasnya. Nilai itu jauh di bawah Atik Jauhari yang kini memoles India. Dalam sebulan, dia mendapatkan honor mencapai Rp 56 juta.

Asep Suharno yang kini menangani Singapura jauh lebih beruntung. Setiap bulan koceknya mendapat tambahan Rp 86 juta. "Setahu saya, nilai tertinggi dipegang Rexy Mainaky. Sebagai pelatih ganda di Malaysia, dia mendapatkan uang saku mencapai Rp 100 juta," terang Djendjen. Artinya, gaji Rexy sebulan besarnya lima kali gaji pelatih Cipayung.

Bahkan, di beberapa negara, Djendjen mendapati pelatih yang memperoleh fasilitas pensiun layaknya pegawai negeri sipil di tanah air. Swedia adalah salah satu negara yang menerapkan kebijakan itu.

"Saya rasa, sangat manusiawi jika mereka memilih pindah ke negara lain. Sebab, para pelatih itu tentu memikirkan masa depan masing-masing," terang Djendjen.

Kebutuhan keluarga, lanjut dia, menjadi latar belakang utama untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Kesulitan lain PBSI untuk menggaet pelatih pelatnas adalah izin dari klub yang menaungi. Belum tentu klub mau menyerahkan pelatih terbaiknya untuk memoles pemain pelatnas.

Meski sulit, Djendjen yakin pengganti Hendrawan bisa didapatkan. Menurut kabar dari Cipayung, pelatih yang akan dipilih adalah Kurnia Hu dari PB Tangkas Jakarta.

Pria itu tak sekali ini menjadi kandidat pelatih Cipayung. Pada 1996, Kurnia pernah diminta bergabung, tapi batal. Pada 2004, Taufik Hidayat pernah meminta dilatih oleh Kurnia. Rencana itu juga batal setelah Mulyo Handoyo memilih pulang ke Indonesia setelah membesut Singapura.

"Mungkin, pekan depan kami sudah mendapatkan nama pelatih tunggal pria. Sebab, turnamen terdekat sudah berada di depan mata," terang I Gusti Made Oka, wakil ketua umum PB PBSI.

Kamis, 21 Mei 2009
http://www.jawapos.co.id/sportivo/index.php?act=detail&nid=70352

20 Mei 2009

Sejarah Bulutangkis

Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina.

Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.

Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.

Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.

Olah raga kompetitif bulutangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring/net dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.

Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore Bulutangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.

Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi Bulutangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.

Bulutangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.


BADMINTON. . . . . . . .
  • Menyehatkan badan!!!!! (Pastinya)
  • Menghilangkan stres!!!!!!! (Jelas)
  • Nambah temen!!!!!!!!!! (So pasti!.....................)
  • Prestasi. . . . . . . . . . . . . .

Nah, buat yang terakhir ni. . . . .
Prestasi! Yup! Badminton untuk menggapai cita-citamu setinggi langit! Kayak Taufik Hidayat neh. . . . . .